Agustus 17, 2022

Media Ternama

Media Nasional Terpercaya

Apa Saja Tanda-tanda Ovulasi Yang Wajib Dipahami?

3 min read

Apa itu ovulasi? Ovulasi merupakan pelepasan sel telur yang sudah matang dari indung telur ke rahim lewat saluran yang disebut dengan istilah tuba falopi. Sel telur yang dilepaskan akan dibuahi sperma dan berkembang menjadi janin. Ovulasi juga disebut sebagai masa subur wanita yang perlu diketahui, oleh wanita yang masih belum menikah ataupun sudah menikah.

Umumnya ovulasi banyak dimanfaatkan untuk mengetahui masa subur ketika pasangan ingin berhubungan intim. Dikatakan bahwa waktu terbaik berhubungan adalah saat ovulasi terjadi yang akan meningkatkan peluang kehamilan. Ovulasi disebut sebagai fase siklus menstruasi yang berbeda-beda pada tiap wanita dan membuat waktu ovulasi juga bervariasi.

Waktu Terjadinya Ovulasi

Kapan waktu terjadinya ovulasi? Karena setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, namun biasanya berlangsung antara 21 sampai 35 hari. Bahkan disebut rata-rata siklusnya selama 28 hari dihitung dari hari pertama haid bulan ini sampai haid bulan berikutnya.

  • Untuk siklus menstruasi 28 hari maka masa ovulasi terjadi di hari ke-14 dari siklus dan hari paling subur adalah hari ke-12, 13 dan 14.
  • Ketika siklus menstruasi 35 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke-21 dari siklus dan hari paling subur adalah hari ke-19, 20 dan 21.
  • Untuk siklus menstruasi 21 hari maka ovulasi terjadi pada hari ketujuh dan hari paling subur adalah hari ke-5, 6 dan 7.

Masa ovulasi umumnya terjadi selama 24 jam. Setelah itu, sel telur yang sudah dilepaskan akan rusak atau hilang dan terserap oleh jaringan di sekitarnya.

Tanda-tanda Ovulasi

Anda juga wajib mengetahui beberapa tanda ovulasi umumnya dirasakan para wanita ketika sedang masuk dalam masa subur.

1. Keputihan Yang Bertambah

Ketika alami ovulasi maka volume keputihan yang keluar biasanya akan lebih meningkat dan konsistensinya lebih kental serta berwarna bening seperti putih telur. Namun ketika ovulasi selesai, maka cairan yang keluar akan kembali berkurang dan mengental serta berwarna lebih putih.

2. Nyeri di Bagian Perut

Masa ovulasi ditandai dengan nyeri pada bagian perut bawah di tengah-tengah siklus menstruasi dan disebut sebagai tanda ovulasi. Nyeri yang muncul tepat sebelum populasi terjadi merupakan masa paling subur.

3. Temperatur Basal Meningkat

Temperatur basal merupakan suhu saat tubuh sedang dalam kondisi istirahat. Ketika Anda sedang ovulasi, temperatur ini jauh lebih meningkat dari biasanya dan akan memicu kenaikan hormon progesteron di tubuh menjelang ovulasi.

Bagi yang ingin mengukur temperatur basal pada tubuh, maka ada langkah khusus yang bisa dilakukan. Namun tidak bisa hanya sekali dilakukan karena butuh pengecekan suhu secara teratur selama.

4. Gairah Seksual Meningkat

Pada waktu menjelang ovulasi ditandai pula dengan gairah seksual yang meningkat pada wanita jauh lebih tinggi. Hal ini tidak semua wanita bisa mengalaminya, karena bisa saja ketika ovulasi dan stress maka akan membuat pencegahan libido naik.

Biasanya juga ditandai dengan payudara yang terasa lebih lunak. Alasannya adalah karena hormon yang bergerak naik turun di tubuh selama siklus menstruasi berlangsung. Namun ini juga tidak bisa jadi patokan yang baku karena kondisi tubuh dan kesehatan wanita berbeda-beda.

Bagi pasangan yang ingin cepat memiliki momongan berhubungan intim di masa ovulasi bisa meningkatkan peluang kehamilan. Memahami dan mencatat waktu ovulasi sangat penting bagi Anda yang ingin merencanakan kehamilan ataupun mencegah kehamilan dini. Anda bisa mengetahui informasi seputar ovulasi lebih lanjut lewat link berikut : http://charmgirlstalk.com/artikel/357/segala-hal-seputar-ovulasi-yang-harus-kamu-pahami-sejak-dini.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.